Cara Budidaya Ikan Gabus bagi Pemula

Budidaya Ikan Gabus memang masih belum sepopuler budidaya ikan lele maupun gurameh. Namun bila dihitung lebih dalam, budidaya ikan gabus menghasilkan omset yang tak kalah menarik.

Selain menarik dari segi omset, ikan gabus juga menarik dari kandungan gizinya. Dibandingakn ikan air tawar lainnya, ikan gabus memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Bahkan ikan ini memiliki kandungan asam amino esensial dan non-esensial.

Banyak orang percaya bahwa ikan gabus mampu membantu proses penyembuhan luka, hepatitis hingga infeksi paru-paru. Namun sangat disayangkan, popularitas ikan ini masih kalah jauh dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. Sehingga masih sangat jarang orang yang membudidayakan ikan gabus.

Nah, pada kesempatan ini saya akan mencoba mengulas tentang budidaya ikan gabus. Semoga ulasan ini bisa menjadi referensi teman-teman yang ingin mecoba membudidayakannya.

Budidaya Ikan Gabus, Apakah Menguntungkan?

Budidaya Ikan Gabus

Berbicara soal untung, semua usaha jika dilakukan dengan benar dan tepat, pasti menguntungkan, termasuk dengan budidaya ikan gabus.

Ikan gabus dipasaran dipatok dengan harga antara Rp. 30.000 – 40.000. Harga jualnya sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar jenis lain seperti lele, nila dan gurame. Apabila menejemen pengelolaan bagus dan dengan harga jual yang tinggi, pasti sang pengusaha bisa menjadi jutawan.

Kolom untuk Budidaya Ikan Gabus

Untuk budidaya ikan gabus umumnya ada 3 jenis kolan, diantaranya kolam tanah, kolam beton dan kolam terpal.

Sesuaikan jenis kolam dengan kondisi lingkungan dan juga kemampuan kalian, jangan terlalu memaksakan.

Misalnya lingkungan rumah sempit, sebaiknya kalian membuat kolam terpal saja. Selain mudah mengatur tempatnya, pembuatan kolam terpal lebih mudah dan murah.

Namun bila memiliki lahan yang luas, dana yang cukup, pengairan yang mudah bisa membuat kolam beton atau kolam tanah. Silahkan pilih yang sesuai dengan kondisi teman-teman.

Memilih Indukan Gabus Jantan dan Betina

Untuk memulai usaha budidaya ikan gabus sebaiknya kalian memiliki indukan ikan gabus sendiri. Pastikan indukan ikan gabus tersebut kualitasnya bagus. Karena hal ini akan mempengaruhi hasil budidaya nantinya.

Indukan umumnya terdiri dari jantan dan betina, untuk membedakan ikan gabus jantan dan betina bisa dengan melihat beberapa ciri berikut.

Ikan gabus jantan memiliki warna yang lebih gelap, bentuk kepala oval, tubuhnya ramping dan lubang genital berwarna merah.

Sedangkan ikan gabus betina memiliki warna yang lebih cerah, bentuk kepala cenderung bulat dan tubuh yang membulat (terutama bagian perut). Pilih indukan yang memiliki bobot minimal 1 kg.

Proses Pemijahan Ikan Gabus

Apabila sudah menemukan indukan yang bagus, tahap selanjutnya yaitu proses pemijahan.

Proses ini merupakan proses penting, karena tujuannya untuk menghasilkan bibit ikan gabus yang unggu.

Caranya yaitu dengan membuat kolam semen berukuran p x l x t : 7m x 4 m x 1 m. Lalu isi dengan air setinggi 50 cm. Selanjutnya masukkan indukan jantan dan betina, dengan ukuran tersebut bisa menampung 30 pasang indukan.

Agar ikan gabus nyaman dalam proses pemijahan, sebaiknya tambahkan tanaman eceng gondok. Teman-teman harus rajin mengontrol kolam, pasalnya satu indukan betina mampu bertelur hingga 10 ribu telur. Biarkan terlur menetas secara alami, namun untuk mempermudah pengontrolan teman-teman bisa memindakan telur ikan gabus menggunakan skupnet halus kedalam aquarium khusus penetasan.

Telur biasanya akan menetas setelah 24 jam dimasukan kedalam aquarium. Namun perhatikan tingkat kepadatannya.

Apabila teluar sudah mentas, larva ikan gabus tidak perlu langsung diberi makan. Karena larva tersebut masih memiliki cadangan makanan.

Setelah larva ikan gabus berumur 2 hari, baru bisa diberi pakan seperti nauplii Artemia sebanyak 3 kali sehari. Jika sudah berumur 5 hari, teman-teman bisa memberi pakan tambahan seperti daphnia sebanyak 3x sehari.

Menebar Benih Ikan Gabus dan Memberi Pakan

Bibit ikan gabus yang sudah siap ditebar dikolam pembesaran umumnya setelah berusia 2 minggu. Namun seminggu sebelum ditembar, sebaiknya kolam sudah disiapkan dan isi dengan air, biarkan air tersebut mengendap selama 1 minggu.

Waktu yang tepat untuk menebar bibit ikan gabus yaitu pada pagi hari. Setelah bibit tersebut ditebar, jangan berikan pakan selama 2 hari. Setelah 2 hari baru ikan gabus diberikan pakan berupa tepung pellet sebanya 2 kg.

Perhatikan pemberian pakan, jangan sampai telat, karena ikan gabus termasuk ikan kanibal. Apabila telat bisa jadi mereka akan memakan satu sama lain.

Baca juga : Jenis Burung Kecil Dengan Suara Tembakan Yang Keras

Demikianlah pembahasan kita tentang cara budidaya ikan gabus, semoga dapat bermanfaat. Apabila masih banyak kekurangan atau ketidak jelasan, silahkan tuliskan dikolom komentar. See you..